Tiko Selama 12 Tahun Merawat Ibunya Tanpa Air Dan Listrik di Rumah Mewah Cakung

Tiko Selama 12 Tahun Merawat Ibunya Tanpa Air Dan Listrik di Rumah Mewah Cakung – Seorang pemuda bernama Tiko merawat ibunya yang diduga mengalami depresi di slot rumah mewah yang terbengkalai tanpa air dan listrik di Jatinegara, Kecamatan Cakung Jakarta Timur. 

Rumah mewah cakung https://165.22.100.49/ yang Nampak megah dari luar ternyata memiliki kenyataan yang sangat miris di dalamnya. Di dalam rumah tersebut hidup seorang ibu dan anak yang serba kekurangan bahkan tanpa memakai air dan listrik.

Kisah Tiko Rawat Ibu ODGJ Selama 11 Tahun di Rumah Mewah Tanpa Air dan  Listrik Viral, Kini Hunian Megahnya Bikin Pangling Setelah Disemprot  Petugas Damkar, Kotoran Langsung Rontok!

Ketua RT 06/RW 02, Kelurahan Jatinegara, Noves mengatakan bahwa Tiko hanya tinggal sebatang kara dengan ibunya yang bernama Eny. Keduanya hidup disana tanpa listrik dan air bersih selama bertahun-tahun.

“Kalau kita lihat (penyebab gangguan kejiwaan Eny) mungkin faktor ekonomi, terus kepikiran. Mungkin masalah keluarga. Menghidupi anak, itu sangat mengganggu mentalnya,” kata Noves, Rabu (1/4).

Ia mengatakan bahwa kondisi ekonomi Eny mengalami keterbatasan setelah ditinggal suaminya, sehingga rumah mewah berlantai dua itu terbengkalai sejak 2010 lalu. Untuk bertahan hidup di rumah tanpa air ledeng dan listrik itu, Tiko dan Ibu mengumpulkan air hujan untuk keperluan mandi dan memasak.

Kondisi yang seperti itu memaksa Tiko putus sekolah saat duduk di bangku kelas satu SMP. Tiko kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk bekerja sebagai operator warnet, hingga menjual furniture untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Lama kelamaan, waktu jadi pengurus RT, saya ditawari (Tiko) jadi (petugas) satpam. Sayang, bukannya muter-muter malah kita jadikan security,” ujar Noves.

Bagaimana Kondisi Rumah Mewah Cakung?

Melihat kondisi rumah ibu Eny yang terbengkalai, Dinas Sosial Jakarta Timur dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur melakukan Tindakan dengan kerjabakti membersihkan rumah tersebut dan membawa ibu Eny ke rumah sakit Daerah Duren Sawit.

“Saat ini dia masih di rumah sakit. Namun, informasi yang di dapat kemungkinan ia akan rawat jalan di rumah,” kata Noves. Noves menambahkan bahwa seluruh biaya pengobatan Eny selama menjalani pengobatan di rumah sakit akan ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan yang sebelumnya dibuat oleh pengurus RT tersebut.

Sejauh ini Noves masih menunggu hasil pemeriksaan dokter RSKD Duren Sawit terkait kondisi kejiwaan dari ibu Eny. sempat viral di media sosial tentang kehidupan Ibu Eny dan Tiko, karena kondisi yang sangat miris dan tinggal di sebuah rumah mewah tanpa listrik dan air selama bertahun-tahun itu. 

Dirumah terbengkalai tersebut Tiko merawat ibunya selama 12 tahun. Ibu Eny diduga mengalami depresi sejak ditinggalkan oleh suaminya pada tahun 2010 lalu.

Petugas Gulkarmat Jakarta Timur dan beberapa tim lain membersihkan rumah mewah Eny yang terbengkalai. Gatot Sulaeman mengatakan bahwa kegiatan bersih-bersih tersebut dilakukan atas permintaan dari kelompok relawan yang bersimpati dengan kondisi rumah Ibu Eny dan Tiko.

“Dirumah mewah tersebut kondisi debunya sangat tebal. Rumahnya tidak terawat atau tidak ditempati,” kata Gatot. Gatot menambahkan, untuk kegiatan bersih-bersih pihaknya mengerahkan sebanyak 12 personel dan satu unit mobil pompa.

Kegiatan pembersihan rumah mewah berlantai dua yang terbengkalai itu juga melibatkan anggota Prasarana Umum (PPSU), staf Pengelola Sarana dan sekelompok relawan. “Pembersihan ini kami lakukan sampai selesai. Artinya kita akan mengembalikan debu pada ubin ke warna aslinya,” kata Gatot.

Gatot mengatakan bahwa pihaknya juga membabat tanaman liar yang menutupi pekarangan rumah Ibu Eny.